Postingan

Politik dan Sekulerisme Di Turki

Gambar
Foto: Istimewa Kerajaan Turki Utsmani mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Sulaiman al-Qanuni (pembuat hukum) pada tahun 1520 – 1566. Di bawah Sulaiman, syariah menerima sebuah status mulia daripada di negara muslim sebelumnya. Ia menjadi hukum resmi negeri ini bagi semua muslim, dan orang-orang Ottoman adalah orang pertama yang menciptakan format reguler pengadilan syari’ah.  Para ahli hukum (qadi), para konsultan (mufti), dan para guru di madrasah menjadi sebuah elemen-elemn resmi pemerintah yang menciptakan sebuah kaitan moral dan religius antara sultan dan rakyatnya. Peran ulama terhadap negara bersatu dan membantu rakyat menerima aturan Turki. Ini membuktikan bahwa betapa Sulaiman al-Qanuni sangat mengedepankan religiusitas dalam pemerintahannya dan pendidikan agama dirasa perlu untuk melestarikannya. Kita tahu bahwa Turki merupakan basis Kerajaan Islam di Eropa yang terkahir hancur pada 1924. Sistem khilafah sudah dihapuskan dan diganti dengan sistem sekuler. Reformas...

Saatnya Mahasiswa “Berharap”

Gambar
Menghadapi pemilihan umum mahasiswa raya adalah rutinitas tahunan yang lumayan “merepotkan”. Ini tidak sekadar perebutan kekuasaan pucuk pimpinan mahasiswa, tetapi juga ajang prestisius bagi organisasi mahasiswa internal maupun eksternal kampus. Sayangnya ini belum mampu menarik keterlibatan mahasiswa secara umum. Katanya mahasiswa sudah terlalu apatis dan tidak peduli soal siapa saja sosok presidennya. Target mahasiswa sudah tidak lagi sibuk mengurusi politik, gerakan ataupun isu sebagaimana era orde baru. Dari pihak kampus, baik itu birokrat, dosen maupun pembina organisasi juga tidak maksimal dalam memberi pengetahuan soal politik kampus kepada mahasiswanya. Mereka lebih menuntut mahasiswa untuk menyibukkan dirinya dengan tugas resume makalah, lomba masak-masakan berdalih inovasi produk, ataupun blusukan mencari narasumber untuk dijejal berbagai pertanyaan berdalih penelitian. Oh iya, ada satu lagi, mahasiswa sekarang harus menghafal al-quran dan setelah itu boleh dilupakan. Padahal...

Empat Sifat Rasul Agar Indonesia Selamat

Gambar
Foto: Paragraph KUDUS, PARIST.ID - Sebagai negara besar dan kaya sumber daya Indonesia perlu terus menerus berbenah dan evaluasi progres. Beberapa yang bisa dijadikan tolok ukurnya yaitu empat sifat Rasul, shiddiq, amanah, tabligh dan fatanah. Hal itu mengemuka dalam peringatan maulid nabi di PP. Al-Muayyad Al-Maliky, Kecamatan Jati, Kudus, Selasa (05/12/17). Hadir sebagai narasumber, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun), Akademisi Dr. Abdul Jalil, M. E. I, Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning dan sejumlah tokoh ulama setempat. “Keempat sifat nabi harus diteladani dan diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kita jangan sampai bertindak melewati batas dan tanpa prinsip yang dibenarkan agama,” ujar teman dekat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.  Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sudah selayaknya masyarakat Indonesia memiliki prinsip dan etika yang diajarkan Rasul. Kepada para pemimpin, Cak Nun berpesan, untuk menyelamatkan bang...

Ridwan Maulana, 16 Program Jadi Andalan

Gambar
Ridwan Maulana, begitu ia biasa disapa. Mahasiswa asal Provinsi Banten itu mulai berniat mencalonkan diri menjadi Presiden Mahasiswa (Presma) atas usulan dari teman-temannya. Ia memang kerap mendengarkan keluh kesah temannya perihal permasalahan kampus. Termasuk salah satunya adalah urusan program kerja dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). (doc. pribadi) "Mereka mengungkapkan kejenuhannya terkait program kerja DEMA kemarin yang dinilai cukup sepi. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya teman-teman ingin saya maju. Saya ingin memprioritaskan hak mahasiswa secara keseluruhan. Khususnya dalam pengembangan keahlian," ujar capresma nomor dua itu di Kantin Adem Ayem STAIN Kudus, Rabu, belum lama ini. Dalam pemilihan umum mahasiswa raya ini Ridwan diusung oleh sembilan partai. Diantaranya, Partai Insan Cita (PIC), Partai Kesatuan Keadilan dan Kemahasiswaan (PK3), Partai Demokrasi Mahasiswa (PDM), Partai Reformasi Mahasiswa (PRM), Partai Solidaritas Kampus (PSK), Partai Mahasiswa Is...

Yudhistira Pradipta, Pengalaman dan Jaringan Yang Berharga

Gambar
Menjadi bagian dari kabinet Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Kudus tahun 2017, Yudhistira Pradipta bersiap maju menjadi pucuk pimpinan mahasiswa pada 2018 mendatang . Pengalaman nya sebagai Menteri D alam Negeri (Mendagri) DEMA STAIN Kudus 2017 menjadi modal untuk memimpin DEMA kedepannya . (doc. pribadi) Yudhistira menyampaikan berbagai pengalaman organisasinya akan membantu dia dalam menyelesaikan persoalan di masa depan. Mensinergikan Organisasi Kemahasiswaan (OK) menjadi misi utamanya. Untuk itu, I a bakal rutin mengadakan acara  ‘Mimbar Bebas’ sebagai wadah keluh kesah OK dan mahasiswa. “ Pada acara Mimbar Bebas, mahasiswa diberi ruang untuk berbicara secara terbuka . Dari situ diharapkan ada proses untuk saling memberikan kritik, saran, dan tindak lanjut dari apa yang dikeluhkan,” jelasnya Sabtu (2/12/2018). Mahasiswa Tarbiyah kelahiran 10 Oktober 1996 itu didukung empat partai mahasiswa. Diantaranya, Partai Kebangkitan Mahasiswa (PKM), Partai Mahasiswa Merdeka (P...

Cak Nun : Pesantren Bakal Jadi Percontohan Pendidikan Dunia

Gambar
KUDUS, PARIST.ID- Budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) b erpendapat bahwa pendidikan pesantren akan menjadi percontohan pendidikan dunia. Hal itu disampaikan dalam acara "Sinau Bareng Cak Nun" di halaman Pondok Pesantren (ponpes) Al-Qur'an Al-Muayyad Al Maliky, Kecamatan Jati, Selasa, (5/12/2017). Percontohan : Cak Nun menjelaskan kelebihan pesantren kepada jamaah di PP. Al-Muayyad, Jati, (05/12/17). “ Pendidikan p esantren merupakan salah satu warisan para wali yang telah menyiarkan Islam di Nusantara. Berbagai ilmu yang ada telah berhasil membangun karakter dan jati diri bangsa selama ini ,” ujar Cak Nun. Lebih lanjut Cak Nun menuturkan, sebenarnya pendidikan ala pesantren telah diadopsi banyak pemikir pendidikan, salah satunya oleh Ki Hadjar Dewantara. Menurut Cak Nun ini sebab pola pendidikan pesantren warisan para wali itu memang sudah lengkap dan tepat takarannya. “Pendidikan pesantren mengajarkan kesamaan derajat, tidak ada saling berebut menjadi yang terdepa...

142 Mahasiswa Menari di GOR STAIN Kudus

Gambar
PARIST.ID, KAMPUS - Ikatan Mahasiswa (IKMA) PGMI STAIN Kudus kembali menggelar Gebyar Kreativitas Seni (GKS) Jilid Dua di Gedung Olahraga (GOR). Berbeda dengan tahun sebelumnya, konsep GKS kali ini didukung dengan serangkaian acara lainnya. Tidak hanya kesenian budaya tari dan musik yang menjadi puncak acara, lomba media pembelajaran dan pemilihan Nang Nok telah berlangsung pada Jum'at (24/11) kemarin. Meriah : Penampilan mahasiswa PGMI dalam acara Gebyar Kreativitas Seni. (Ida/Paragraph) Lomba media pembelajaran diwajibkan bagi semester lima dengan tujuan melatih krativitas calon guru MI. Sedangkan untuk pemilihan Nang Nok bertujuan sebagai ambassador bagi Program Studi PGMI. Ketua Panitia, Khoiri mengatakan, pada kesempatan tersebut suguhan kesenian tari khas Indonesia ditampilkan oleh 142 peserta dari mahasiswa PGMI. Ditambah dengan penampilan seni musik yang dikolaborasikan dengan kulintang, angklung, band dan rebana. "GKS tidak hanya diikuti oleh mahasiswa PGMI semester...