Di Ujung Senja
Ilustrasi “Taukah kamu kenapa senja itu indah? Karena Tuhan merangkum semua keindahan hari itu pada senjanya Dan mama beruntung karena bisa melahirkan Senja dari rahim mama.” Itulah tiga kalimat terakhir dalam surat mama yang sampai sekarang membuatku tak merasa bersalah karena mama merelakan nyawanya demi melahirkanku. Papa tak pernah menganggapku bersalah. Katanya, aku sama seperti mama. Tapi dalam hal kehilangan aku sama seperti papa, sama-sama kehilangan orang yang sangat dicintainya. Hari ini, hembusan angin menyapaku bersama langit biru itu. Belum lima detik aku tiba di tempat ini, tapi senja langsung menampakkan wajahnya, bagai tahu cara terbaik untuk menghiburku. Sekilas bayangannya muncul, kembali ke waktu itu. Waktu dimana senyum pertamanya terlihat sangat indah, lebih indah dari semua senja yang pernah kulihat. --- Satu tahun lalu.. “Tumben langit cerah banget hari ini,” gumamku pelan. “Langit cerah karena dia tahu ada yang lagi nunggu senjanya,” jawab seorang laki-laki yang...