Postingan

Tumpah

Gambar
Oleh : Al Mahfudz            Lima belas meter dari gerobak bakso Kirman, Juki duduk termenung menunggu pembeli datang. Sejak sore tadi, hanya seorang pembeli yang datang menghampiri. Juki tak tahu, mengapa kian hari dagangannya kian tak laku.             Pikiran Juki menerawang jauh ke belakang. Mengenang masa-masa awal berjualan bakso. Kala itu, seakan semua telah dimudahkan. L ima bulan pertama berjualan, Juki bersyukur bisa mencukupi kebutuhan hidupnya. Selain kebutuhan sehari-hari untuk istri dan seorang anak, ia masih bisa menyisihkan sebagian untuk ditabung. Sungguh, sebagai pedagang baru waktu itu, Juki merasa beruntung.             Menurut perkataan para pedagang di pinggiran alun-alun, butuh waktu untuk bisa mendapatkan pelanggan. Pertama-tama, jangan terlalu memikirkan keuntungan. Yang penting, mencari pelanggan dengan...

Strategi Memutus Akar Terorisme Sejak Dini

Gambar
Teror berawal pada kebencian akibat ideologi yang dirasa benar tidak sesuai dengan kenyataan disekitarnya. Terorisme adalah aliran yang ingin membunuh semua orang yang tidak seideologi dengannya. Tidak menghendaki perbedaan dan berpandangan negatif tentang perbedaan adalah hal yang sama sekali tidak diajarkan dalam agama. Orang yang melakukan aksi teror sering disebut teroris.  Jika ditelisik lebih jauh, sebenarnya teroris ini dilatarbelakangi dengan dangkalnya pemahaman tentang konsep agama yang ia bawa. Tak kurang mereka ini biasanya mempraktikan ilmu karbitan. Yaitu mereka yang hanya belajar dari ilmu yang diperoleh secara instan.Padahal dalam Islam disebutkan belajar itu memerlukan waktu yang panjang “watuliz zaman” . Berbicara tentang penyebab terorisme sebenarnya adalah karena kegagalan seseorang dalam memahami setiap sisi serta sudut dalam agama. Seseorang itu akhirnya bertemu dengan manusia sejenisnya. Kemudian beranak-pinak hingga membentuk komunitas dan menjadi lebih ...

Kudus Harus Belajar Kepemimpinan Nabi Musa

Gambar
Kudus ,PARIST.ID- Menyongsong hari jadi ke 468 Kabupaten Kudus Pusat Studi Gender STAIN Kudus gelar diskusi budaya di Angkringan Nyoklat, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Ahad (17/09/17).  Menghadirkan budayawan asal Jogjakarta, Agus Hendratno, diskusi itu membahas kearifan para nabi dan wali dalam mengelola tata kota daerahnya. Agus Hendratno memaparkan materi tentang tata kelola Kota. Foto: Ulil/PARAGRAPHFOTO Agus memaparkan Kudus merupakan kota kecil yang penuh dengan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Hal itu dibuktikan dengan kekayaan budaya maupun kearifan lokal yang dimiliki Kudus melebihi daerah lainnya. “Adanya dua wali di Kabupaten Kudus ini menjadi bukti kalau kota ini istimewa. Disamping itu banyak nama-nama lokasi atau benda yang memiliki kesamaan dengan yang biasa kita baca dalam Al-quran maupun kisah nabi terdahulu,” papar Agus. Ia mencontohkan adanya Gunung Muria yang mirip dengan nama gunung di Jerussalem, Moriah, yang terkenal dalam kisah Nabi Musa as. Menuru...

Dongeng Ikan Julung-Julung

Gambar
Judul          : Semua Ikan di Langit Penulis         : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie  Penerbit     : Grasindo Cetakan     : Februari, 2017 ISBN         : 9786023758067 Tebal         : 259 halaman Mengapa anak-anak menyukai dongeng? Apakah karena dongeng memuat cerita fantasi? Meskipun dongeng tidak pernah benar-benar terjadi mayoritas anak menyukai dongeng.   Bagi anak-anak, dongeng mungkin seperti wadah yang mengucurkan imajinasi bagi isi kepala. Tidak seperti orang dewasa yang pikirannya sudah dipenuhi angka-angka dan pertimbangan logis. Sehingga, tidak bisa menikmati dongeng sebagaimana anak-anak. Kritik semacam itu pernah muncul melalui karya Antoine De Saint-Exup e ry, berjudul Le Petit Prince (Pangeran Cilik) . Ada yang menyebut buku itu fabel kanak-kanak yang penuh teka-teki. Sebagian orang  mempertanyakan, cerita tersebut sebenarnya dituju...

KOFIKU Lahirkan Buku Ke-Dua

Gambar
Kudus, Parist.id - Komunitas Fiksi Kudus (KOFIKU) kembali menggelar bedah buku. Setelah melahirkan buku kumpulan cerpen beberapa waktu lalu, kini komunitas yang digawangi oleh para penulis fiksi di kudus tersebut kembali muncul dengan sebuah buku kumpulan puisi, Minggu 17/9. Buku kumpulan puisi berjudul Kata Kota ini berisi sekumpulan puisi pilihan dari hasil lomba yang diadakan KOFIKU sebelumnya. Penyair senior dari Kudus Mukti Sutarman dan penulis muda Rey Husaini yang menjadi juri dalam lomba tersebut memilih 77 judul puisi dari 105 judul puisi yang diterima oleh panitia. Puisi tersebut ditulis oleh 63 penulis dari Kudus yang berasal dari latar belakang. Dari jumlah tersebut, dipilihlah 5 judul puisi sebagai juara. ANTUSIAS : Para Audiensi yang hadir dalam peluncuran dan Bedah Buku oleh Komunitas Fiksi Kudus, Minggu (17/9). FOTO : Mail/PARAGRAPHFOTO Juara harapan satu di raih oleh El Eyra dengan judul puisi Kliwon . Juara harapan dua dengan judul Gus jigang Ajaranku oleh Fari...

Ada User Education, Layanan Perpus STAIN Kudus Dikurangi

Gambar
Parist.id, Kampus – Selama dua pekan ini, perpustakan STAIN Kudus hanya melayani pinjam-kembali dua hari per pekan. Hal itu tentu saja mengganggu aktivitas mahasiswa dalam proses perkuliahan.  Mahasiswa STAIN Kudus tersebut keluar dari gedung perpustakaan. (Ismah/Paragraphoto) Ketua Perpustakaan Anisa Listiana mengatakan, pelayanan dikurangi sebab ada program user education . Ia khawatir jika layanan pinjam dan mengembalikan buku masih diberlakukan justru akan merepotkan petugas dan kenyamanan gedung. “Sekali pertemuan user education , ada sekitar 150 mahasiswa, kalau ditambah mahasiswa yang lain bakal melebihi daya beban gedung perpustakaan lantai 2,” ungkap Anisa, Rabu siang (13/09/2017). Program tersebut berfungsi mengenalkan pelayanan dan sistem kerja perpustakaan STAIN Kudus kepada mahasiswa baru. Program ini mulai berlaku baru pada tahun akademik 2016/2017. Meski begitu untuk layanan baca dan administrasi perpustakaan tetap dilakukan setiap hari kecuali Minggu. Ini berbeda ...

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa STAIN Kudus Bersihkan Sungai

Gambar
Colo, Parist.id - Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (Prodi PMI) STAIN Kudus menggelar Aksi Montel Bebas Sampah. Diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa baru Prodi PMI, komunitas dan tamu undangan itu  dilaksanakan di kompleks wisata air terjun Montel, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu pagi (9/9/2017).  BERSIH : Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam FORKOMASI melakukan aksi bersih-bersih Air Terjun Monthel Colo Dawe Kabupaten Kudus. FOTO: Dokumentasi Panitia. Aksi itu dimulai dengan upacara kemudian berjalan dari Balai Desa Colo menuju hulu sungai, yaitu tempat air terjun montel, sejak pukul 06.00 WIB. Sambil menyusuri sungai, seluruh peserta aksi itu membersihkan sungai dari sampah yang dijumpai di sepanjang aliran sungai. "Melalui aksi bersih sungai, Panitia ingin memperkenalkan prodi PMI kepada masyarakat. Selain itu, ini menjadi ajang bagi mahasiswa baru PMI STAIN Kudus agar lebih menyatu dalam kehidupan masyarakat lew...