Postingan

Pasang Surut Seni Teater Kudus

Gambar
ilustrasi : ilmaiel Di tengah hening malam mereka tak lelah untuk berlatih. Panggung yang beralaskan porselen putih yang warnanya telah memudar, menjadi saksi bisu atas lakon para teaterawan. Kamis malam, 6 Oktober 2016 teaterawan Dewa Ruji sedang berlatih di Balai Desa Lau Dawe. Mereka tampak duduk di atas panggung menanti giliran berlatih. Alas keramik, mereka jadikan sebagai panggung latihan berekspresi menghayati perannya. Teaterawan merupakan panggilan akrab bagi pemain teater (seni peran). Di Indonesia, kesenian teater sudah ada sejak dulu. Jenis teaternya pun beragam. Mulai dari teater yang tradisional sampai modern telah menghiasi panggung teater nasional. Kudus, sebuah kota kecil yang terdapat banyak sekali pegiat seni, termasuk teater. Rasa penasaran tentang bagaimana perkembangan teater yang ada di Kudus menjadi alasan terkuat dalam penulisan ini. Tim Paradigma mencoba menelusuri jejak-jejak teater di Kudus. Suara gemercik air menemani iringan musik tradisional sunda di ru...

Cara Mengirim Tulisan ke Paradigma Institute

Gambar
Bagi kamu yang suka nulis dan punya tulisan menarik, silahkan kirimkan ke redaksi  P ARIST.ID  dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut : Karya  belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, dimanapun (cetak atau digital).     Setiap naskah yang dimuat akan mendapatkan souvenir menarik dari redaksi (kaos, atau buku yang keren).   Dalam waktu dua bulan sejak pengiriman tidak dimuat atau tidak mendapatkan informasi akan dimuat,  maka otomatis naskah tersebut dinyatakan gugur. Silahkan baca-baca lagi tulisanmu.   Panjang cerpen maksimal 10.000 karakter. Dan puisi dikirim 5-10 puisi per pengiriman. Genre dan tema cerpen dan puisi bebas. Esai, artikel ilmiah, opini. Diusahakan reflektif, mendalam dan mengandung nilai edukasi, panjang minimal 6 000 karakter.   Panjang resensi buku maksimal 5 000 karakter. Wajib menyertakan cover, serta identitas buku. Buku yang diresensi maksimal berumur 9 bulan 10 hari.   Tulisan di...

'Pekerjaan Rumah' Menanti HMJ Tarbiyah 2017

Gambar
DILANTIK: Muhammad Taufiq Nur Azis (tengah) beserta anggota yang lain diambil sumpah jabatannya sebagai pengurus baru HMJ Tarbiyah 2017. Foto: dokumen pribadi HMJ PARIST - Puluhan mahasiswa menghadiri pelantikan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tarbiyah, pada (23/1/2017) b ertempat di Aula Rektorat lantai 3 STAIN Kudus . Pada kesempatan tersebut, Muhammad Taufiq Nur Azi s resmi dilantik sebagai Ketua HMJ Tarbiyah yang baru tahun 2017 . Pelantikan dan orasi pendidikan itu mengangkat tema “Mahasiswa Tarbiyah Sebagai Penggerak Organisasi Kampus”. Ketua Demisioner HMJ Tarbiyah, Nur Salim, berpesan agar pengurus baru tidak hanya sibuk mengurus internal anggota saja. Ia menghimbau agar mengawal kepentingan mahasiswa tarbiyah yang pada tahun depan berpotensi meningkat. Komunikasi, lanjut Salim, harus terus diintensifkan untuk menyukseskan organisasi dalam satu tahun.  "Tolong supaya bisa berkomunikasi antar pengurus karena tugas akan semakin berat," ujarnya. Sementara itu, Ketua D...

Syeh Mahir Sampaikan Pesan Damai untuk Umat

Gambar
Cendekiawan Muslim Syuriah, Mahir Hasan Al Munajjid memberikan sambutan dalam acara halaqah quraniyah foto: Ulil Albab/Paragraphfoto KUDUS, PARIST -  Perpecahan-perpecahan yang telah lama terjadi di kalangan umat Islam hari ini kembali mencuat. Hadirnya Mahir Hasan Al Munajjid salah satu cendekiawan muslim dari Syuriah. Ia diundang dan memberi sambutan pada acara  halaqah quraniyah  yang diadakan di aula Masjid Darul Ilmi Universitas Muria Kudus  (UMK), Jumat (20/1/2017) pagi. Berkembangnya zaman, fitnah bertebaran dimana-mana sampai kebenaran menjadi kabur. "Perpecahan dan fitnah itu telah lama terjadi, tepatnya selepas Khalifah Umar bin Khatab wafat, kemudian memuncak saat masa Khalifah Usman," ungkap Mahir. Sebagai narasumber tunggal dalam acara bertajuk pesan damai dan cinta tanah air dalam kajian al Qur'an, ulama lulusan Kairo ini menyampaikan pandangan-pandangannya terhadap situasi umat Islam saat ini. Pemimpin Dzolim Di tengah gayengnya acara diskusi yang...

Jati Diri Menwa Jangan Dilupakan

Gambar
Komandan Menwa Mahadipa Jawa Tengah, Indriyanto memberi pengarahan kepada para anggota Menwa STAIN Kudus dan tamu undangan . Foto: Salim/paragraphfoto PARIST -  Komunikasi dalam acara seperti ini sangat penting bagi orang tua dan anaknya . Berbahagialah anak-anak anda dapat bergabung dengan Resimen Mahasiswa (Menwa). Hal tersebut dikemukaan oleh Indriyanto dihadapan para orang tua pengurus baru Menwa saat prosesi serah terima jabatan Komandan Resimen Mahasiswa Mahadipa Satuan 954 Yudhagama 2017 STAIN Kudus, Kamis (19/1/2017). Bertempat di Aula Rektorat lantai 3 tersebut, Indriyanto yang juga sebagai Komandan Menwa Mahadipa Jawa Tengah menjelaskan bahwa Menwa itu terdiri dari dua kata yakni Resimen dan Mahasiswa. Resimen menurutnya adalah terminologi yang digunakan dalam militer , di mana terdapat beberapa tindakan seperti komando, satuan tugas dan lain-lain. Sedangkan kata mahasiswa sendiri itu orang yang kritis dan analitis. “ Maka dari itu, orang yang tergabung dalam Resimen ...

Kenangan, Puisi Puisi Baidlowie

Gambar
http://mualafmenggugat.files.wordpress.com/2009/05/tangan-merpati.jpg “Pada suatu malam” Pada suatu malam Ketika angin enggan menggoyangkan dedaunan Ragaku meringkih penuh pesakitan Ruhku melayang ditelan kesunyian Di bawah pohon kamboja Yang ditanam bapak sewaktu masih ada Aku masih merenung sendiri Mencari kesejatian hidup yang abadi Nampak gelap mulai menyusup semakin dalam Menjadi gumpalan hitam,bias tak berujung arah Perlahan kegamanganku merangsek dalam pikiranku Mengobrak abrik pemahamanku tentang dunia Tentang kehidupan Tentang K E M A T I A N Halusinasiku semakin menjadi-jadi Dalam ruang hampa Suara perkutut milik tetangga menyadarkanku Bahwa hidup harus di jalani Sekali lagi “Menggulung layar” Seusai layar digulung Jejak-jejak keringat menetes diatas panggung Siluet kehidupan telah kita mainkan Peran demi peran Sorot lampu menukik tajam kini telah redup Kini tinggal sisa-sisa penghabisan dari kehidupan Manusia kembali dari lorong sandiwara “ Pukul 23:29 “ malam ini aku adal...

Menapak Jejak Perang Kuning di Lasem

Gambar
Dibuat pada tahun 1588, benda ini menjadi lambang keagungan masjid Jami’ Lasem. Makutapraba, sebuah terakota (tanah bakar) juga menjadi benda kuno yang masih dipertahankan. FOTO : AYU/PARADIGMA SEBUAH warung kopi tampak dari kejauhan. Terdapat papan nama “Damai Kopi”. Namanya menunjukkan sebuah tempat yang dituju oleh tim reporter majalah Paradigma . Lasem. Ya, Lasem. Nama warung tampak seperti mewakili Lasem. Damai. Tim yang terdiri atas enam orang terus-menerus menarik tuas gas sepeda motor ke arah timur. Tak terburu-buru juga tak lamba t . Truk-truk besar memenuhi ruas jalan di jalur pantai utara Jawa (Pantura) timur ini. Sebuah jalan yang menjadi saksi mat a atas berbagai peristiwa bersejarah dan tenar setelah dijadikan Jalan Raya Pos di era kolonial Belanda. Setelah menempuh perjalanan  sekitar 75 kilometer dari Kudus, tim masuk wilayah Lasem. Sejauh mata memandang, terhampar area tambak garam milik penduduk setempat. Bertolak dari Kudus, tim tiba di terminal Lasem setelah s...