Postingan

Racana STAIN Kudus Adakan Lomba Penegak se-Binwil Pati

Gambar
Para peserta melakukan upacara pembukaan pada acara lomba Penegak yang diadakan oleh Racana STAIN Kudus. Foto : Dokumen Racana KUDUS - Sebanyak 38 sangga dari berbagai sekolah mengikuti lomba penegak se-Binwil Pati di lapangan Balai Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae, Sabtu (5/11). Acara ini diadakan oleh RACANA STAIN Kudus dan telah dilaksanakan sebanyak 4 kali. Rincian peserta yang hadir yakni 5 sanggah delegasi Demak, 1 sanggah delegasi Pati, 2 sanggah delegasi Jepara dan 30 sanggah dari Kudus. Masing-masing sanggah terdiri dari 10 orang. Para peserta diambil dari undangan RACANA STAIN Kudus seperti pada dua tahun lalu. Acara yang berlangsung dari hari Sabtu hingga Senin diperkirakan berjalan dengan meriah. Adapun lomba yang akan berlangsung diantaranya LCC, Jurnalistik, Pentas seni, PBB, Pionering , dan K3. Berbeda Lomba Penegak se-Binwil Pati berbeda dengan tahun-tahun lalu. Hal ini dilihat mulai dari pembukaan acara. Pembukaan yang dihadiri oleh pihak Polsek, Polres, Camat, dan Lurah...

Kebiri, Setimpalkah?

Gambar
Berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak memicu keresahan publik. Belakangan ini kasus yang terungkap cenderung meningkat dengan kualitas kejahatan yang semakin keji, 21,6 juta kasus pelanggaran hak anak pada 2015, 58 persen merupakan kejahatan seksual yang merusak masa depan dan perkembangan psikologis anak ( Kompas, 23/05.) Apabila hal ini dibiarkan tanpa ada payung hukum yang pasti untuk memberikan efek jera pada pelaku kejahatan, maka tidak menutup kemungkinan kualitas kejahatan seksual akan semakin meningkat. Berbagai wacana penambahan hukumanpun bermunculan, mulai dari hukuman hingga 20 tahun penjara di tambah dengan suntikan kebiri, memasang Chip mikro pada mantan narapidana kejahatan seksual ( Kompas, 23/05). Disamping ruwetnya penentuan hokuman yang diwacanakan, perkara kontra pun terjadi. Dengan dalih menyalahi koridor HAM karena berpotensi berdampak jangka panjang bagi psikis maupun fisik seseorang. Dari latar belakang tersebut maka LPM Paradigma mengadakan survei unt...

GKS, Gebrakan Kreatif Ala PGMI

Gambar
Penampilan perdana bukan halangan untuk tampil semaksimal mungkin, dengan gebrakan gebrakan baru mahasiswa yang tergabung dalam Prodi PGMI semester tujuh. Rabu (2/11) Foto : Arif/Paragraphfoto PARIST - Beberapa tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dipentaskan dengan apik oleh mahasiswa semester 7 program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAIN Kudus, dalam acara Gebyar Kreatifitas Seni (GKS) bertajuk “PGMI Berkarya Melalui Seni untuk Membagun Negeri”, Rabu (2/11/16) di GOR STAIN Kudus. Mahasiswa PGMI yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGMI STAIN Kudus ini, juga menampilkan atraksi angklung, musikalisasi puisi hingga musik gamelan. “Dalam acara GKS yang perdana ini, menampilkan  14 tarian.Sebagai pembuka acara tampil tarian gambyong, tari kretek, paduan suara dan penampilan perdana dari group karawitan,” terang Ni’matul Wafa selau ketua kegiatan. Wafa menambahkan, penampilan utama pentas budaya ini adalah14 tarian dari berbaga...

Digelar Perdana, GKS PGMI Pukau Penonton

Gambar
Sekelompok penari Merak melanggak lenggok menghibur semua penonton yang hadir pada acara Gebyar Kreatifitas Seni PGMI Jurusan Tarbiyah Semester Tujuh, Rabu (2/11). Foto : Haydar/Paragraphfoto PARIST – Jurusan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menggelar acara GKS (Gebyar Kreativitas Seni) perdana, di GOR STAIN Kudus, Rabu (2/10). GKS ini menampilkan kreasi tari budaya dari berbagai daerah. Ada 16 jenis tari yang ditampilkan, mulai tari kretek dari Kudus hingga tari Miyang Tuban. Penonton yang menyaksikan dari prodi lain tertarik dan menginginkan jika pertunjukan seperti ini nantinya bisa dilakukan di prodinya. Salah satunya ialah Izatun Nafiah, mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) semester tiga. “Saya sangat terhibur dengan adanya pertunjukan seperti ini,  saya ingin prodi saya juga mengadakan kegiatan seperti ini,” ungkapnya. Senada dengan Iza, Anik Muzayyanah dari prodi Bimbingan Konseling Islam (BKI) semester tiga juga sengaja menyaksikan GKS dar...

SEMA dan OK Bahas Sarpras

Gambar
Kebersamaan para anggota OK menyatakan aspirasinya di depan gedung rektorat STAIN Kudus Foto : ISTIMEWA PARIST - Bukan saja masalah pendanaan yang dibahas pada Public Hearing, Selasa (1/11). Senat Mahasiswa (SEMA) dan delegasi antar OK (Organisasi Kemahasiswaan) didampingi pembina masing-masing, membahas tentang masalah masalah yang dihadapi oleh OK. Terutama masalah fasilitas dan sarana-prasarana yang kurang maksimal. Tepat jam 09.00 WIB, acara dimulai. Dengan mengusung tema Menuju Organisasi Kemahasiswaan yang Akuntabel dan Maslahah, diupayakan untuk OK yang ada saling bertukar pikiran demi menemukan solusi bersama. Mengenai fasilitas menjadi pembicaraan hangat dalam diskusi tersebut. Salah satunya adalah UKM JQH ( Jam’iyah Qurro’ Walhuffad z) yang disampaikan oleh Joko selaku ketua. Ia menjelaskan mengenai fasilitas berupa tempat pelatihan rebana yang kurang luas. Dalam pelatihan rebana yang dilaksanakan bisa mencapai 30 orang, sehingga memperlukan ruang lebih. Senasib yang dialami...

Dana Menjadi Urusan Bersama

Gambar
Peserta sidang Public Healing antar OK (Organisasi Kemahasiswaan) dengan didampingi para pembina antar OK yang di selenggarakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Selasa (1/11). di Gedung Rektorat lantai 3. Foto : Salam/PARAGRAPHFOTO PARIST - SEMA (Senat Mahasiswa) mengundang seluruh OK ( Organisasi Kemahasiswaan ) menggelar rapat Public Hearing   di Gedung Rektorat lantai tiga, Selasa,(1/11). Rapat OK ini sebagai rapat rutinan yang diselenggarakan pada akhir periode 2016.   Sebelum seluruh OK paripurna, guna mengevaluasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan. Berupa laporan kegiatan atau laporan keuangan yang diselenggarakan. Supriadi selaku Wakil Ketua dua   yang bertanggung jawab di bidang keuangan STAIN Kudus mengatakan, negara sedang defisit, sehingga anggaran ditarik kembali. Anggaran bulan Juli sudah habis, kecuali anggaran gaji untuk Dosen. Supriadi menegaskan, supaya anggaran yang belum digunakan   masing-masing UKM untuk segera dimanfaatkan. Untuk pelaksanaanya pu...

Saatnya Keluar dari Zona Nyaman

Gambar
Ayunan yang berkolaborasi dengan Teater Tigakoma menyanyikan lagu dalam acara Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuk) di Auditorium Universitas Muria Kudus. Sabtu (29/10/16) kemarin. KUDUS -Salah satu masalah dari sebuah pementasan karya seni di Kudus , adalah apresiasi penonton yang pelakunya terdiri dari komunitas kita sendiri. Hal tersebut dikemukakan oleh Muhammad F arid, salah satu anggota kelompok T eater Dewaruji dalam acara Diskusi dan Musikalisasi sastra Forum Apresisasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK), Sabtu (29/10 / 1 6 ) di Auditorium Universitas Muria Kudus . “Itu adalah dampak dari kenyamanan kita tentang proses produksi yang hanya mengandalkan dari diri kita sendiri,” ungkapnya. Menurutnya kenyamanan kita bukan hanya bedampak pada kesuksesan sebuah produksi, melainkan akan berdampak pada runtuhnya kekompakan sebuah komunitas. “Untuk itu kita harus keluar dari zona nyaman kita sebagai sebuah komunitas yang lebih kompak lagi , ” tambah lelaki yang pernah mengi...